Category: Materi Ajar

  • LISTRIK DINAMIS

    A. LISTRIK DINAMIS
    1. Hantaran Listrik ( R )
    Dilihat dari kemampuan dalam menghantarkan arus listrik Benda-benda di alam dapat
    digolongkan menjadi 3:
    a. Konduktor
    Adalah benda-benda yang dapat dengan mudah menghatarkan arus listrik. Cotohnya :
    tembaga, alumunium, besi, dll,
    b. Isolator
    Adalah benda-benda yang tidak dapat menghantarkan arus listrik
    Contoh : Plastik, Kayu kering, dll
    c. Semikonduktor
    Adalah benda-benda yang dalam suhu rendah hingga suhu normal bersifat isolator
    tetapi jika suhunya naik sampai batas tertentu akan berubah menjadi konduktor.
    Contoh : Germanium (Ge), Arsen (As), Silikon ( Si), Boron (B) dll
    2. Arus Listrik ( I )
    Kuat Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik ( elektron ) yang mengalir setiap satuan
    waktu. Dapat dirumuskan :
    Arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah, sedangkan elektron
    mengalir dari potensial rendah ke potensial tinggi.
    Besarnya kuat arus listrik yang mengalir pada rangkaian tertutup dapat diukur
    menggunakan Ampere Meter yang dipasang secara seri.
    I = kuat arus listrik ( ampere = A )
    Q = Jml Muatan listrik yang mengalir ( coulomb = C )
    ‘t = Waktu selama muatan listrik mengalir ( secon = s )
    50 A, 100A = batas Ukur
    0,6,8,10 = skala Ampere meter
    10 = skala maximum
    8 = skala yang ditunjuk
    E = ggl Induksi ( volt )
    r = hambatan dalam ( ohm )
    10 Ohm = hambatan luar ( R )
    Cara membaca ampere meter adalah sbb:
    Nilai yang terukur dalam pengukuran tersebut diatas adalah :
    I = ( 8 / 10 ) x 100 A
    I = 80 A
    3. Tegangan listrik / Beda Potensial Listrik ( V )
    Tegangan listrik adalah beda potensial listrik antara dua titik dalam suatu rangkaian listrik.
    Tegangan listrik dilambangkan dengan huruf “ V “ dengan satuannya volt (v)
    Alat yang digunakan untuk mengukur tegangan listrik dalam suatu rangkaian tertutup
    adalah Voltmeter yang dipasang secara paralel
    Pembacaan volt meter Sbb:
    50 A, 100A = batas Ukur
    0,6,8,10 = skala Ampere meter
    10 = skala maximum
    8 = skala yang ditunjuk
    50 V, 100V = batas Ukur
    0,6,8,10 = skala volt meter
    10 = skala maximum
    8 = skala yang ditunjuk
    E = ggl Induksi ( volt )
    r = hambatan dalam ( ohm )
    10 Ohm = Hambatan luar ( R )
    Beda potensial / tegangan yang terukur oleh voltmeter pada rangkaian diatas adalah sbb:
    V = ( 8 / 10 ) X 100 V
    V = 80 V
    4. Hambatan listrik dan Hukum Ohm
    Hambatan listrik (resistor ) dilambangkan R dan di simbulkan dalam rangkaian
    atau
    serta memiliki satuan ohm ( Ώ )
    Dalam rangkaian listrik, resistor berfungsi untuk menghambat jalannya arus listrik.
    Menurut Ohm dalam teorinya yang disebut dengan hukum OHM dinyatakan : besarnya kuat arus
    listrik yang mengalir pada kawat penghantar sebanding dengan beda potensial antara ujung-ujung
    kawat penghantar tersebut dan berbanding terbalik dengan hambatan listriknya.
    Secara matematis dapat ditulis :

    I = Kuat arus listrik (A)
    V= tegangan listrik / beda potensial listrik ( V)
    R= hambatan listrik ( ohm atau ( Ώ ) )
    Besarnya hambatan listrik yang terdapat pada penghantar ( konduktor ) dipengaruhi oleh beberapa
    faktor diantaranya : ukuran penghantar (panjang dan luas penampang ), jenis bahan penghantar.
    Dapat dirumuskan

    5. Hukum I Kirchoff
    Jumlah arus listrik yang masuk pada suatu titik percabangan sama dengan jumlah arus listrik
    yang keluar dari titik percabangan itu.
    Secara matematis dituliskan
    Ʃ I masuk = Ʃ I keluar
    50 V, 100V = batas Ukur
    0,6,8,10 = skala volt meter
    10 = skala maximum
    8 = skala yang ditunjuk
    R= Hambatan ( Ohm )
    ρ = Hambat jenis bahan ( Ohm. Meter )
    L = Panjang penghantar ( meter )
    A = Luas penampang penghantar ( m2
    )
    I1 + I4 + I5 = I2 + I3
    6. Rangkaian sumber tegangan seri dan paralel
    a. Rangkaian sumber tegangan secara seri
    Beberapa sumber tegangan yang dirangkai secara seri dapat diganti dengan sebuah
    sumber tegangan pengganti, seperti sbb:
    Gambar sumber tegangan yg dipasang seri

    Gambar sumber tegangan dan hambatan dalam pengganti
    Keterangan
    E= sumber tegangan (GGL)
    Etot = n.E
    rtot = n. r
    n = Jml sumber tegangan (GGL) yang dipasang seri
    b. Rangkaian sumber tegangan secara paralel
    Beberapa sumber tegangan yang dipasang secara paralel dapat diganti dengan sebuah
    sumber tegangan pengganti seperti berikut:
    Gambar sumber tegangan yg dipasang paralel
    Gambar sumber tegangan dan hambatan dalam pengganti
    Keterangan
    E= sumber tegangan (GGL)
    Etot = E
    rtot = r/n
    n = jml sumber tegangan (GGL) yang dipasang paralel
    7. Rangkaian hambatan
    a. Rangkaian hambatan secara seri
    Beberapa hambatan yang dirangkai secara seri dapat diganti dengan sebuah hambatan
    pengganti sbb:
    Gambar beberapa hambatan yg dipasang seri
    Gambar hambatan pengganti
    Keterangan RAB RBC RAC
    RAC = RAB + RBC
    I = E / (RAC + r)
    VAC = VAB + VBC
    I.RAC = I.RAB + I.RBC
    b. Rangkaian hambatan secara paralel
    Beberapa hambatan yang dirangkai secara paralel dapat diganti dengan sebuah
    hambatan pengganti sbb:
    Gambar beberapa hambatan yg dipasang paralel
    Gambar hambatan pengganti
    Keterangan Rp= RAB
    (1/RAB ) = (1/R1 + 1/R2 )
    I = E / (RAB + r)
    VAB = I . RAB
    I1 = VAB / R1
    I2 = VAB / R2
    c. Rangkaian hambatan gabungan seri-paralel
    Beberapa hambatan yang dirangkai secara seri-paralel dapat diganti dengan sebuah
    hambatan pengganti sbb:

    Dapat diganti dengan sebuah sumber tegangan dan sebuah hambatan pengganti sbb:
    Untuk mencari besarnya kuat arus yang melewati rangkaian tersebut dapat dirumuskan
    8. Rangkaian Listrik
    Sebuah rangkaian listrik yang kompleks dapat disederhanakan menjadi sebuah sumber
    tegangan pengganti dan sebuah hambatan luar pengganti sehingga dapat dihitung besarnya
    kuat arus listrik yang mengalir dalam rangkaian tersebut. sbb:
    Dapat diganti dengan sebuah hambatan pengganti ( Rtot ) dan sebuah sumber tegangan
    pengganti ( E tot )
    B. ENERGI DAN DAYA LISTRIK
    1. Pengertian Energi Dan Daya Listrik
    Energi listrik (W) adalah banyaknya energi yang diperlukan untuk memindahkan muatan
    listrik dari satu titik ke titik yang lain dalam rangkaian listrik tertutup. Jika dalam rangkaian
    listrik diberi tegangan listrik ( beda potensial listrik ) sebesar V sehingga mengalirkan muatan
    listrik sebanyak Q maka besarnya energi listrik (W) yang digunakan untuk memindahkan
    muatan tersebut adalah
    W = Q.V ( dari rumusan kuat arus listrik I = Q/t akan diperoleh bahwa Q=I.t.) sehingga
    Energi listrik yang digunakankan adalah sebesar W = I.t.V jika mengingat hukum Ohm bahwa
    I = V/R maka energi listrik dapat dirumuskan W= V.t.V/R atau W = V2
    .t /R . jika V=I.R
    maka W = I.R.I.R.t/R = I.R.I.t.
    atau
    Keterangan: W=energi listrik (joule),V=beda potensial listrik(volt), I=kuat arus listrik
    (ampere), R=hambatan listrik(Ohm), t=waktu(second),Q=muatan listrik(coulomb)
    Sedangkan Daya listrik ( P ) adalah banyaknya energi listrik yang digunakan setiap satuan
    waktu.
    Daya listrik dirumuskan

    R AD merupakan R tot = hambatan pengganti ( Ώ )
    I = kuat arus dalam rangkaian ( A )
    r tot = hambatan dalam total ( Ohm ) = Ώ
    Daya listrik memiliki satuan joule/detik atau watt.
    Sebuah lampu memiliki spesifikasi 10W,220V artinya lampu tersebut jika dipasang pada
    sumber tegangan 220 V akan menggunakan energi listrik 10 joule setiap detiknya untuk
    diubah menjadi cahaya dan kalor.
    Selain menggunakan satuan joule satuan energi listrik juga dapat menggunakan satuan wh (
    watt jam )
    2. Perubahan energi listrik menjadi energi bentuk lain
    Menurut hukum kekekalan energi” energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat
    dimusnahkan tetapi energi dapat berubah bentuk menjadi energi bentuk lain.
    Energi listrik merupakan energi yang sangat mudah diubah menjadi bentuk energi lain.
    Sebagai contoh menjadi energi kalor ( alat yang digunakan soldir listrik, seterika listrik,
    rice cooker. Dll), menjadi energi cahaya (alat yang digunakan lampu, TV,dll )
    Menjadi energi gerak ( alat yang digunakan kipas angin, blender, mixer, dll ) menjadi
    energi bunyi ( alat yang digunakan radio, TV, Hp dll )
    Dalam bab ini yang akan dibahas adalah perubahan energi listrik menjadi energi kalor.
    Jika energi listrik diubah menjadi kalor maka mengikuti rumusan:
    ENERGI LISTRIK = ENERGI KALOR
    W = Q
    P.t = m. c . ΔT